Sabtu, 30 Juni 2012

keracunan makanan


KERACUNAN MAKANAN
A.    Pengertian Keracunan Makanan
Keracunan makanan adalah gastroenteritis akut yang disebabkan oleh konsumsi dari bahan makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme patogen atau racun mereka atau jenis zat kimia beracun. Insiden keracunan makanan adalah umum di antara hostel, hotel, menyusui komunal, dan selama musim festival. Kisah biasa adalah, tiba-tiba mengalami gejala serupa dalam kelompok orang dengan riwayat asupan terakhir dari makanan dari sumber yang sama.
Menurut Gaman dan Sherington (1996 : 255-256) yang mengatakan bahwa keracunan makanan adalah gejala yang disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang beracun atau terkontaminasi bakteri atau mikroorganisme. Gejala yang paling umum adalah sakit perut, pusing, muntah dan diare. Makanan yang dapat menyebabkan terjadinya gejala keracunan makanan, bisa juga nampak kurang membahayakan, misalnya warna, rasa dan bentuk fisik yang tampak normal dan tidak ada tanda-tanda kerusakan, tetapi ternyata mengandung bakteri atau mikroorganisme yang membahayakan.
B.     Penyebab Keracunan Makanan
Ditinjau dari penyebabnya, keracunan makanan disebabkan oleh tiga hal yaitu :
1.      Keracunan Makanan Secara Kimiawi
Keracunan makanan secara kimiawi disebabkan terdapatnya bahan kimia beracun dalam makanan. Keracunan tersebut dapat berasal dari bahan kimia pertanian, yang sengaja dipergunakan untuk kegiatan produksi. Penggunaan pembasmi rumput dan insektisida sangat penting untuk memperoleh hasil yang baik, tetapi beberapa dari senyawa ini dapat membahayakan jika digunakan tidak sesuai dengan aturan karena dapat bersifat toksis jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi. Sedangkan pada jumlah yang kecil biasanya tidak menimbulkan pengaruh bahaya di dalam tubuh. Bahan kimia pembasmi rumput dan insektisida harus diuji terlebih dahulu sebelum dipasarkan dan petani harus diberi instruksi yang rinci tentang cara-cara penggunaannya yang baik. Keracunan juga dapat disebabkan oleh bahan-bahan yang berasal dari logam tertentu (misalnya timah, merkuri, dan kadmium) di dalam tubuh. Kadar kadmium dan merkuri yang tinggi telah ditemukan pada ikan yang ditangkap dari perairan yang mengalami cemaran bahan buangan industri. Keracunan timah dapat timbul oleh air minum yang melewati pipa yang terbuat dari timah hitam.
2.      Keracunan Makanan Secara Biologis.
Keracunan makanan secara biologik karena memakan tumbuhan yang mengandung substansi yang terdapat secara alami dan bersifat membahayakan. Biasanya jarang menjadi penyebab keracunan makanan. Gangguan kesehatan yang dialami dapat terjadi karena penyiapan makanan yang kurang baik ataupun pemilihan makanan yang tidak tepat (misalnya mengkonsumsi jamur beracun).
Jamur beracun dan tanaman beracun
Gangguan kesehatan yang dialami dapat beragam, mulai dari yang ringan hingga membahayakan jiwa, tergantung dari jenis jamur yang dikonsumsi. Gejala yang sering timbul adalah mual, muntah & diare. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan toksin syaraf, yang menyebabkan berkeringat, gemetar, halusinasi & bahkan koma.Ada beberapa spesies jamur beracun, seperti Amanda phalloides dan A. Virosa, yang dapat menyebabkan sakit dan juga dapat menyebabkan kematian. "Deadly nightshade " adalah sejenis tanaman semak yang tumbuh di selurula Eropa dan Asia . Semua bagian tanaman tersebut mengandung obat "Belladonna", yang kadang-kadang digunakan dalam pengobatan untuk penyembuhan asma, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung. Tetapi obat tersebut juga dapat menyebabkan kematian, jika dosisnya terlalu tinggi, kematian juga dapat terjadi pada anak-anak yang keracunan akibat memakan buah dari tanaman tersebut. Jenis-jenis kentang yang merupakan anggota keluarga "nightshade", salah satunya adalah kentang hijau yang mengandung bahan yang disebut solanin, yang menyebabkan sakit bahkan kematian bila dimakan dalam jumlah yang banyak.
Asam oksalat dalam bentuk kalium oksalat, terdapat di dalam getah tanaman seperti bayam. Senyawa tersebut juga terdapat dalam tubuh manusia dalam jumlah yang sangat kecil. Tetapi jika dalam jumlah yang banyak senyawa tersebut dapat berbahaya, dan mengkonsumsi bayam dalam jumlah yang banyak juga dapat membahayakan tubuh manusia.

3.      Keracunan Makanan Karena Mikroorganisme
Pada dasarnya mikroorganisme dapat membantu kehidupan makhluk hidup yang lain, tetapi mikroorganisme juga dapat membahayakan karena beberapa dari jenis mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan sakit yang cukup serius pada makhluk hidup yang lain ( Gaman dan Sherrington, 2000 : 255 ).
Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya keracunan makanan, yang medicastore ambil dari emedicinehealth.com :
a.       Virus
1)       Norovirus
Adalah kelompok virus yang menyebabkan penyakit yang tidak terlalu berat (sering disebut dengan flu perut/flu usus). Gejala yang timbul adalah mual, muntah, diare, nyeri perut, sakit kepala & demam. Gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 hari. Virus ini menjadi penyebab paling umum dalam kasus keracunan makanan pada orang dewasa & biasanya masuk kedalam tubuh melalui air, sayuran & kerang yang terkontaminasi oleh feses, dapat juga dari orang ke orang.
2)       Rotavirus
Dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang sedang hingga berat, biasanya ditandai dengan diare cair & demam. Merupakan penyebab umum keracunan makanan pada bayi & anak-anak, dan biasanya masuk kedalam tubuh dari orang ke orang melalui kontaminasi feses pada makanan ataupun saat berbagi tempat bermain.
3)       Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat menyebabkan keracunan makanan yang ditandai dengan demam, hilangnya nafsu makan, nyeri perut & merasa lelah, yang kemudian diikuti dengan mata & kulit yang berwarna kuning (jaundice). Gejala tersebut biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan, tetapi dapat kambuh & muncul lagi dalam jangka waktu hingga 6 bulan. Virus tersebut masuk kedalam tubuh dari orang ke orang melalui kontaminasi makanan oleh feses.
b.      Bakteri
Bakteri dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan melalui 2 cara. Beberapa bakteri dapat menginfeksi usus, yang menyebabkan terjadinya peradangan & kesulitan untuk menyerap nutrisi & air, sehingga timbul diare. Bakteri jenis lain dapat menghasilkan senyawa kimia dalam makanan (sering disebut dengan toksin) yang berbahaya bagi sistem pencernaan manusia. Saat termakan, senyawa kimia tersebut dapat menimbulkan mual, muntah, kegagalan ginjal bahkan kematian.
1)      Salmonella
Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan dengan gejala mual, muntah, diare berat & sakit kepala serta nyeri persendian (beberapa minggu kemudian). Pada orang dengan kekebalan tubuh yang bermasalah (seperti pada penderita gagal ginjal, penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani kemoterapi), salmonella dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan jiwa. Bakteri tersebut biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak hingga matang (seperti pada telur, unggas, makanan laut ataupun produk susu).
Salmonellosis mengacu pada sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah demam tifoid. Bentuk umum salmonellosis adalah gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri salmonella gastro. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang dan dari hewan ke orang. Makanan yang biasanya mengandung salmonella adalah daging, daging unggas, susu dan telur. Salmonella sering ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau pakan ternak atau melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan. Buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan bersih juga dapat menyebarkan bakteri ini.’
Gejala gastroenteritis yang disebabkan oleh salmonella termasuk mual, kram perut dan diare. Pada kasus yang parah, ada lendir dan darah pada tinja. Gejala awal biasanya muncul 12 sampai 24 jam setelah menelan makanan yang terkontaminasi. Keracunan ini biasanya tidak serius dan berlangsung selama dua sampai lima hari. Namun, salmonellosis bisa berakibat fatal pada bayi, lansia dan pasien yang sakit parah. Pada kasus yang sangat jarang, salmonella bisa menembus aliran darah sehingga menyebabkan artritis, penyakit jantung, infeksi tulang dan masalah perut jangka panjang.
Perawatan infeksi yang disebabkan oleh salmonella melibatkan banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang karena diare. Jika korban kehilangan terlalu banyak cairan, dia harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan infus. Antibiotik dan obat anti-diare mungkin diberikan untuk mengontrol gejala yang parah.

2)      Campylobacter
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan dengan gejala demam, diare cair, sakit kepala & sakit pada otot. Campylobacter merupakan bakteri penyebab keracunan makanan yang paling sering ditemui di dunia. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui konsumsi unggas mentah, susu mentah ataupun air yang terkontaminasi oleh kotoran hewan.
3)      Escherichia coli (E coli)
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan diare cair dalam jumlah banyak & dapat menjadi diare yang bercampur dengan darah. Terdapat berbagai tipe dari bakteri jenis ini. Yang terberat dapat menyebabkan terjadinya kegagalan ginjal & kematian (sekitar 3-5 % dari seluruh kasus). Bakteri tersebut masuk kedalam tubuh melalui makan daging yang kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi atau air minum yang terkontaminasi.
Kebanyakan strain Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri bermanfaat yang hidup dalam sistem pencernaan. Mereka tidak menyebabkan penyakit. Namun beberapa strain E. coli dapat menyebabkan efek keracunan pada tubuh. Salah satu strain yang paling ditakuti adalah E. coli 0157 yang menghasilkan racun yang disebut toksin Shiga. Racun ini merusak sel-sel dinding usus sehingga menimbulkan perdarahan. Toksin E. coli 0157 juga memecah sel darah merah, menyebabkan anemia dan menurunkan jumlah trombosit. Pada 10% kasus, keracunan E. coli berlanjut sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan organ penting lainnya. Risiko kematian terutama tinggi pada anak-anak dan lansia.
E. coli 0157 memiliki masa inkubasi antara 1-3 hari. Waktu tersebut dibutuhkan bakteri untuk melakukan perjalanan ke usus besar dan berkembang biak di sana ke tingkat yang menyebabkan masalah. Karena bakteri terutama memengaruhi usus besar, gejala utama adalah sakit perut dan diare. E. coli 0157 jarang menyebabkan muntah, meskipun penderita merasakan sakit perut dan diare hebat sehingga ada bintik-bintik darah segar di tinjanya. Berbeda dengan jenis keracunan makanan lainnya, E. coli 0157 sangat gigih dan membutuhkan waktu seminggu atau lebih sebelum diare mereda.
Keracunan E. coli timbul karena mengkonsumsi daging, khususnya daging sapi cincang. Jika daging tidak matang sepenuhnya, bakteri dapat bertahan hidup dan berkembang biak di dalam tubuh kita bila dikonsumsi. Hanya perlu 10 bakteri hidup dalam burger atau sosis untuk dapat menyebabkan keracunan makanan E. coli. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang tercemar kotoran hewan.
E. coli tidak terpengaruh oleh obat antibiotik. Perawatan keracunan E. coli hanya bersifat suportif dengan banyak mengganti cairan yang hilang. Orang yang mengalami masalah ginjal akibat komplikasi mungkin perlu perawatan dialisis.Salah satu wabah terbesar E.coli 0157, terjadi di Wishaw di Skotlandia pada tahun 1996 yang disebabkan oleh daging yang terkontaminasi. Sekitar 200 orang jatuh sakit, dua puluh di antaranya meninggal dunia.
E.coli termasuk bakteri gram negatif yang tidak membentuk spora, berbentuk batang anaerob fakultatif dan tergolong kedalam famili Enterobaktericeae. Secara tipikal bakteri ini akan tumbuh pada suhu sekitar 7-10°C sampai 50°C dengan suhu optimal bagi pertumbuhannya adalah 37°C. Kuman E.coli akan tumbuh pada kisaran pH 4,4-8,5. Nilai aw yang minimal untuk pertumbuhannya adalah 0,95 .
Bakteri Escherichia coli secara normal (komensal) terdapat dalam saluran usus besar/kecil pada anak-anak dan orang dewasa sehat dan jumlahnya dapat mencapai 109 CFU/g. Bakteri ini dikenal sebagai mikroba indikator kontaminasi fekal dan dibagi dalam dua kelompok yaitu non patogenik dan patogenik. Ada empat kelompok patogenik penyebab diare yaitu EPEC (Enteropathogenic Escherichia coli), ETEC (Enterotoxigenic Escherichia coli), EIEC (Enteroinvasive Escherichia coli) dan VTEC (Verotoxin Escherichia coli).
Sumber EPEC, ETEC, EIEC, dan VTEC adalah manusia. Kontaminasi makanan berasal dari karyawan pengelola makanan atau dari kontak dengan air yang mengandung buangan manusia. Infeksi orang dewasa sehat memerlukan dosis paling sedikit 108 sel baik melalui pangan atau air yang tercemar. Sumber utama VTEC, EPEC, ETEC, EIEC terdapat pada alat pencernaan.


4)      Shigella (traveler's diarrhea)
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan demam, diare yang bercampur lendir atau darah atau keduanya. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui air yang telah terkontaminasi dengan kotoran manusia.

5)      Listeria monocytogenes
Listeriosis adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan mual & muntah. Pada beberapa orang yang terinfeksi dapat berkembang menjadi meningitis dari bakteri ini. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak, seperti daging, sayuran, keju lembut & susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil & bayi yang baru lahir mempunyai resiko yang lebih besar untuk menderita infeksi yang serius.

6)      Clostridium botulinum (botulism)
Bakteri Clostridium botulinum menghasilkan racun yang mencegah transmisi impuls saraf ke otot . Mual, muntah dan kram perut adalah gejala umum yang ditimbulkannya. Efek dimulai pada syaraf di kepala sehingga menyebabkan penglihatan kabur/ganda dan kesulitan menelan, kemudian menyebar ke punggung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot lengan, otot pernapasan, dan mungkin juga otot kaki. Gejala ini biasanya muncul 4-36 jam setelah menelan toksin, tetapi bisa memakan waktu hingga delapan hari.
Makanan kaleng adalah sumber utama botulisme (keracunan botulinum). Selain itu, botulisme juga dapat bersumber dari makanan bayi, yang dapat berakibat fatal bagi kelompok usia ini. Cara terbaik untuk mencegah botulisme adalah mengikuti petunjuk yang benar dalam menyiapkan dan menyajikan makanan di rumah. Makanan yang terkontaminasi sering memiliki bau busuk, meskipun tidak selalu demikian.



Botulisme adalah kedaruratan medis yang harus segera mendapatkan perawatan. Dengan tersedianya antitoksin, 90% lebih pasien botulisme dapat diselamatkan. Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang mempengaruhi sistem syaraf. Gejala biasanya ditandai dengan pandangan yang kabur, kemudian kesulitan berbicara & kelemahan seluruh tubuh. Gejala lebih lanjut adalah kesulitan bernafas & ketidak mampuan untuk menggerakkan lengan atau kaki. Bayi & anak-anak terutama memiliki resiko yang lebih besar. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan dalam kemasan kaleng yang mengandung toksin tersebut.

7)      Vibrio cholera
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan kram perut, mual, muntah & demam menggigil. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui daging atau makanan laut yang tidak dimasak dengan sempurna (mentah).

8)      Vibrio parahaemolyticus
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan kram perut, mual, muntah & demam. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui memakan makanan laut yang mentah atau kurang matang, terutama tiram.

9)      Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus termasuk bakteri gram positif, non motil, berbentuk kokus yang anaerob fakultatif dan tidak membentuk spora. Suhu pertumbuhannya berkisar antara 7°C- 48°C dengan pertumbuhan optimal terjadi pada suhu 35-40°C. Bakteri ini tumbuh pada kisaran pH 4,0-9,3. Nilai pH optimalnnya 7,0-7,5. Kisaran nilai pH untuk pembentukan enterotoksin lebih sempit dan toksin yang diproduksi lebih sedikit pada pH di bawah 6,0. Habitat bakteri ini adalah di kulit dan pernapasan (WHO, 2006). Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi pada luka, menyebabkan rasa panas dan bisul-bisul. Bakteri ini juga salah satu penyebab umum pada keracunan makanan. Sumber bakteri Staphylococcus aureus dapat berasal dari tangan, rongga hidung, mulut dan tenggorokan pekerja. Hal ini menjadi kritis jika pekerja yang sedang sakit tenggorokan dibiarkan bekerja.
Keracunan makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme ini, disebabkan oleh :
a.       Orang yang menangani atau mengolah makanan
Staphyloccocus aureus, Salmonella, dan Clostridium perfringens semua dapat dibawa oleh orang yang terlibat dalam penyiapan makanan.
b.      Lingkungan atau area dan peralatan
Spora Clostridium perfringens dan Bacillus cereus dapat dijumpai pada debu di ruangan tempat menyimpan bahan makanan. Juga, semua bakteri penyebab keracunan makan dapat menyebar dengan kontaminasi silang.
c.       Bahan makanan
Bahan makanan sendiri juga mengandung bakteri penyebab keracunan pada saat dibawa ke dapur, atau bakteri dapat masuk ke bahan makanan karena kegagalan pengolahan selama persiapan.

4.      Keracuanan Bahan Lain
a.       Keracunan ciguatera
Disebabkan karena mengkonsumsi ikan yang mengandung toksin yang berasal dari ganggang di laut dalam. Dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan mati rasa di daerah sekitar mulut , yang dapat menyebar ke tangan & kaki, mual, muntah, sakit pada otot & kelemahan, sakit kepala, pusing & denyut jantung yang tidak beraturan. Toksin tersebut juga dapat menimbulkan gangguan pada indera perasa, dimana rasa panas akan terasa dingin & sebaliknya. Biasanya ikan yang mengandung toksin tersebut berasal dari perairan tropis.
b.      Pestisida
Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan pandangan kabur, kelemahan, sakit kepala, kram, diare, peningkatan produksi lendir & tangan serta kaki yang gemetar. Toksin masuk ketubuh melalui mengkonsumsi sayur & buah yang terkontaminasi pestisida tanpa dicuci terlebih dahulu.

C.    TANDA-TANDA KERACUNAN MAKANAN
Pada sebagian besar kasus keracunan makanan, gejala yang timbul hampir mirip dengan flu perut/flu usus. Gejala tersebut dapat berlangsung mulai dari hitungan jam hingga hari, berikut gejala terjadinya keracunan makanan yang medicastore ambil dari digestive.niddk.nih.gov :
a)       Kram perut
b)       Mual
c)       Muntah
d)       Diare, kadang bercampur dengan darah
e)       Demam
f)        Dehidrasi
Biasanya kasus keracunan makanan tidak terlalu berat & dapat sembuh dalam waktu 24-48 jam. Tetapi dapat juga terjadi kasus keracunan makanan hingga menyebabkan kematian.

D.    penanganan keracunan makanan
Penanganan utama untuk kejadian keracunan makanan adalah dengan cara mengganti cairan tubuh yang keluar (karena muntah atau diare) baik dengan minuman ataupun cairan infus. Bila perlu, penderita dapat dirawat di rumah sakit. Hal ini tergantung dari beratnya dehidrasi yang dialami, respon terhadap terapi & kemampuan untuk meminum cairan tanpa muntah.
1.      Pemberian obat anti muntah & diare.
2.      Bila terjadi demam dapat juga diberikan obat penurun panas.
3.      Antibiotika jarang diberikan untuk kasus keracunan makanan. Karena pada beberapa kasus, pemberian antibiotika dapat memperburuk keadaan. Hanya pada kasus tertentu yang spesifik, antibiotika diberikan untuk memperpendek waktu penyembuhan.
4.      Bila mengalami keracunan makanan karena jamur atau bahan kimia tertentu (pestisida). Penanganan yang lebih cepat harus segera diberikan, termasuk diantaranya pemberian cairan infus, tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa ataupun pemberian penangkal racunnya seperti misalnya karbon aktif. Karena kasus keracunan tersebut sangat serius, sebaiknya penderita langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
5.      Konsumsi Norit.
Konsumsi norit merupakan cara efektif sebagai salah satu penyerap apapun dalam perut karena bersifat arang aktif. Konsumsi norit hanya efektif untuk keracunan makanan yang terjadi didalam usus atau lambung saja, namun tidak efektif pada racun yang sudah terlanjur menyebar pada aliran darah. Selain itu norit juga menyerap sari-sari makanan yang diperlukan tubuh, yang tentu saja merugikan.
6.      Konsumsi air kelapa hijau.
Konsumsi air kelapa hijau dimaksudkan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang keluar bersama muntah dan diare.
7.      Minum susu.
Susu bersifat mengikat racun dalam tubuh agar tidak beredar lebih jauh, selain itu susu bisa memicu muntah agar dapat mengeluarkan racun dalam makanan lebih banyak. Namun perlu diketahui bahwa susu tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa ataupun alergi laktosa.
8.      Tidak memberikan makanan padat kepada penderita.
Sebaiknya tidak memberikan makanan padat kepada penderita, terutama jika penderita masih mual/muntah. Akan lebih baik jika penderita diberikan cairan sedikit demi sedikit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah/diare. Makanan boleh diberikan kepada penderita jika penderita berhenti mual/muntah. Makanan yang diberikan hendaknya yang bersifat lunak dan dalam porsi kecil agar mudah dicerna, misalnya bubur.




E.     PENCEGAHAN KERACUNAN MAKANAN
1.      Masaklah daging, unggas & telur hingga masak seluruhnya. Dengan memastikan kematangan masakan dapat meyakinkan bahwa bakteri yang mungkin terdapat pada bahan masakan tersebut telah mati seluruhnya.
2.      Pisahkan wadah antara bahan makanan yang masih mentah dengan yang sudah matang. Hindari kemungkinan kontaminasi bakteri dari bahan mentah dengan selalu mencuci tangan, pisau & peralatan yang sebelumnya digunakan untuk memproses daging mentah. Sebelum digunakan pada makanan yang sudah matang.
3.      Dinginkan. Simpan  makanan yang masih tersisa pada lemari es segera. Bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada suhu ruangan, jadi sebaiknya simpan makanan yang tersisa bila tidak dikonsumsi dalam waktu 4 jam kedepan.
4.      Bersihkan. Cuci buah segar & sayuran di bawah air yang mengalir untuk menghilangkan tanah & kotoran yang mungkin ada. Sebaiknya buang lapisan terluar dari kol atau sawi putih. Karena bakteri dapat tumbuh pada permukaan tempat memotong makanan, sebaiknya hindari meninggalkan sayur & buah pada suhu ruangan dalam waktu yang lama. Selain itu, jangan menjadi sumber dari penyakit juga, selalu cucilah tangan dengan sabun & air sebelum menyiapkan makanan. Hindari menyiapkan makanan ketika sedang mengalami diare.
5.      Bila terjadi kasus keracunan makanan, laporkan secepatnya pada petugas kesehatan terdekat. Untuk dapat menghindari terjadinya kejadian yang lebih parah lagi.
6.      Khusus bila hendak membeli makanan diluar rumah, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :
  • Bila makan diluar, perhatikan kebersihan makanannya.
  • Jangan memakan makanan yang sudah berbau asam/basi.
  • Jangan memakan makanan yang tampak sudah ditumbuhi oleh jamur.
  • Bila minum es, perhatikan es batu yang digunakan karena es balok biasanya dibuat dengan air mentah untuk tujuan pengawetan ikan & bukan diperuntukkan untuk di konsimsi.




Tips mencegah keracunan makanan  dari kebiasaan sehari-hari
1. Tidak mencuci tas belanja
Kantong belanja yang dapat digunakan kembali memang ramah lingkungan, tapi tidak selalu baik untuk kesehatan. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, hanya 1 dari 6 orang yang mencuci tas belanjanya setelah digunakan secara teratur. 
Tas belanja yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri karena cairan dari daging mentah bercampur dengan makanan siap saji seperti roti dan buah.
Untuk membantu menjaga makanan tetap bersih dan aman, cucilah tas belanja secara teratur dengan mesin cuci atau air sabun panas sebelum digunakan kembali. 
Pisahkan barang belanjaan secara hati-hati. Pakai 1 tas untuk daging, unggas, dan ikan, dan tas lain untuk membawa sayuran. Simpanlah tas belanjaan di tempat yang bersih dan kering.

2. Menyimpan barang belanjaan di dalam mobil
Kunci keamanan dan kebersihan makanan adalah menyimpannya pada suhu yang benar. Banyak orang suka meninggalkan barang belanjaan di dalam mobil.
Jika tidak dapat langsung menyimpan barang belanjaan ke dalam kulkas, produk daging dan susu harus dikemas secara terpisah agar tidak mudah busuk dan mencemari makanan lain.

3. Menyimpan makanan terlalu lama di dalam kulkas 
Ayam sebaiknya disimpan di dalam kulkas selama 1 - 2 hari, daging merah selama 3 - 5 hari, telur selama 3 - 5 minggu, dan mentega 1 -3 bulan. Tapi hal itu dilakukan hanya jika lemari es beroperasi pada suhu yang tepat.
Academy of Nutrition and Dietetics di AS menganjurkan untuk menjaga suhu kulkas tetap di bawah 4 derajat Celcius dan freezer di bawah -17 derajat Celcius.

4. Membersihkan peralatan dan perlengkapan dapur dengan spon
Tujuan dari mengelap meja adalah untuk menghilangkan bakteri dan kuman. Biasanya, orang suka menggunakan spon basah atau lap dapur. 
Spon atau lap yang lama dipakai bisa berbahaya. Akan lebih baik jika menggunakan tisu dapur dan larutan pembersih. Namun jika bersikeras menggunakan spon, bersihkan spon dengan cara mencucinya dalam mesin cuci piring dan memanaskannya dalam microwave selama 30 detik.
 5. Terlalu banyak menggunakan obat maag 
Antasida merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi maag. Orang yang secara teratur menggunakan antasida ternyata lebih berisiko mengalami keracunan makanan. 
Tubuh memiliki pertahanan alami terhadap penyakit yang dibawa makanan, yaitu asam lambung yang efektif membunuh kuman yang ikut tertelan. Antasida menurunkan tingkat keasaman perut sehingga memungkinkan kuman masuk ke dalam usus.

6. Membiarkan peliharaan menyentuh makanan
Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing sering meninggalkan jejak bulu dan kotoran yang meningkatkan risiko penyakit. Centers for Disease Control and Prevention di AS mengatakan bahwa salah 1 penyebab utama diare di Amerika Serikat adalah infeksi Campylobacter enteritis yang dibawa oleh hewan peliharaan.Jagalah agar peliharaan tidak menyentuh makanan dan cuci tangan sampai bersih setelah bermain dengan peliharaan.












DAFTAR PUSTAKA
·         Anonym.2012. Tips Mencegah Keracunan Makanan. http://seobesteasy.blogspot.com/2012/04/tips-mencegah-keracunan-makanan.html. Diakses tanggal 10 mei 2012.
·         Anonym.2012. http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/05/keracunan-makanan-penyebab-dan.html. Diakses tanggal 10 mei 2012.
·         Anonym.2012. http://www.infofisioterapi.com/pendahuluan-keracunan-makanan.html#more-2549. Diakses tanggal 10 mei 2012.
·         Anonym.2012. http://medicastore.com/artikel/330/Awas_Keracunan_Makanan.html. Diakses tanggal 10 mei 2012.




phbs


PRILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH DI RUMAH TANGGA
1.      MENGGUNAKAN AIR BERSIH.
Mengapa kita harus menggunakan air bersih.

Air adalah kebutuhan dasar yang digunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.

Apa syarat-syarat air bersih?
·         Air bersih secarar fisik dapat dibedakan melalui indera, antaranya dapat dilihat, dirasa, dicium,dan diraba.
·         Air tidak berwarna harus bening/jernih.
·         Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa, dan kotoran lainnya
·         Air tidak berasa, tidak asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan idak pahit, harus bebas dari bahan kimia beracun.
·         Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk, dan bau belerang.

Apa manfaat menggunakan air bersih?
·         Terhindar dari gangguan penyakit diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit mata, penyakit kulit, atau keracunan.
·         Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.

Bagaimana cara menjaga kebersihan sumber air bersih?

·         Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit 10 meter.
·         Sumber mata air harus dilindungi dari pencemaran.
·         Sumur gali, sumur pompa, kran umum, dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak seperti lantai sumur tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester, dan sumur sebaiknya di beri penutup.
·         Harus di jaga kebersihanya seperti tidak ada genangan air di sekitar sumber air, tidak ada bercak bercak kotoran, tidak berlumut pada lantai / dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus bersih dan tidak diletakkan di lantai ( ember/gayung di gantung di tiang sumur).
Apa peran kader dalam menggerakan masyarakat untuk menggunakan air bersih?
  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belum memiliki ketersediaan air bersih di rumahnya.
  2. Melakukan pendataan rumah tangga yang sulit mendapatkan air bersih.
  3. Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah tangga yang sulit untuk mendapatkan air bersih,
  4. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya untuk memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan air bersih di lingkungan tempat tinggalnya,
  5. Mengadakan arisan warga untuk membangun sumur gali atau sumur pompa secara bergilir.
  6. Membentuk Kelompok Pemakai Air (POKMAIR) untuk memelihara sumber air bersih yang dipakai secara bersama, bagi daerah sulit air.
  7. Menggalang dunia usaha setempat untuk memberi bantuan dalam penyediaan air bersih.
  8. Manfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya menggunakan air bersih, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu, pertemuan Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan lain-lain.
2.      MENCUCI TANGAN DENGAN AIR BERSIH DAN SABUN
Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
1.      Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
2.      Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.

Kapan saja harus mencuci tangan?
·         Setiap kali tangan kita kotor (setelah memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
·         Setelah buang air besar.
·         Setelah menceboki bayi atau anak
·         Sebelum makan dan menyuapi anak
·         Sebelum memegang makanan.
·         Sebelum menyusui bayi.




Apa manfaat mencuci tangan?
  1. Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
  2. Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typhus,kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
  3. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
  1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan meinakai sabun.
  2. Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan.
  3. Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
Apa peran kader dalam membina perilaku cuci tangan?
  1. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku cuci tangan, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu, arisan, pengajian, pertemuan kelompok Dasa Wisma, dan kunjungan rumah.
  2. Mengadakan kegiatan gerakan cuci tangan bersama untuk menarik perhatian masyarakat, misalnya pada peringatan hari-hari besar kesehatan atau ulang tahun kemerdekaan.
3.      MENGGUNAKAN JAMBAN SEHAT.
Apa itu jamban?

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.


Apa saja jenis jamban yang digunakan?
  1. Jamban cemplung
Adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi  menyimpan dan meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.


  1. Jamban tangki septic / leher angsa                                               
Adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
Bagaimana memilih jenis jamban?
·         Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.
·         Jamban tangki septik/leher angsa digunakan untuk:
1. Daerah yang cukup air
2. Daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan “multiple latrine” yaitu satu lubang penampungan tinja/tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban).
·         Daerah pasang surut, tempat penampungan kotoran / tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang.

Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar/buang air kecil.

Mengapa harus menggunakan jamban?
  • Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau.
  • Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
  • Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan.
Apa saja syarat  jamban sehat?
  • Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
  • Tidak berbau.
  • Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
  • Tidak mencemari tanah disekitarnya.
  • Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
  • Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
  • Penerangan dan ventilasi cukup.
  • Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
  • Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.

Bagaimana cara memelihara jamban sehat?
  • Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
  • Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
  • Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
  • Tidak ada serangga, (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran,
  • Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
  • Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
Apa peran kader dalam membina masyarakat untuk memiliki dan menggunakan jamban sehat?
  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan jamban sehat dirumahnya.
  2. Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat.
  3. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya untuk menggerakkan masyarakat untuk memiliki jamban.
  4. Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
  5. Menggalang dunia usaha setempat untuk memberi bantuan dalam penyediaan jamban sehat.
  6. Manfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya memiliki dan menggunakan jamban sehat, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan lain- lain.
  7. Meminta bantuan petugas Puskesmas setempat untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat.
4.      MEMBERANTAS JENTIK DI RUMAH.
Mengapa harus memberantas jentik dirumah?

Agar rumah bebas jentik

Apa itu Rumah bebas jentik?

Rumah bebas Jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan Jentik secara berkala tidak terdapat Jentik nyamuk.


Apa itu pemeriksaan jentik berkala (PJB)?
Adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada di dalam rumah seperti bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan di luar rumah seperti talang air, alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon,pagar bambu, dll yang dilakukan secara teratur setiap minggu.

Siapa yang melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala?
·         Anggota rumah tangga
·         Kader
·         Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
·         Tenaga pemeriksa Jentik lainnya
Apa yang perlu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?
1.      Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
2.      PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Denam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah} di tempat-tempat perkembangbiakannya.
3.      3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
·         Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
·         Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
·         Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek,dll)
Plus Menghindari gigitan nyamuk:
1.      Menggunakan kelambu ketika tidur.
2.      Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk bakar, semprot, oles/diusap ke kulit, dll
3.      Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar.
4.      Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai.
5.      Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak.
6.      Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
7.      Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya ikan cupang, ikan nila, dll.
8.      Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodio, Lavender, Rosemerry,
Apa manfaat rumah bebas jentik?

1.      Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.
2.      Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, atau Kaki Gajah.
3.      Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.

Bagaimana cara Pemeriksaan Jentik Berkala?

1.      Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja untuk memeriksa tempat yang sering menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk/tempat penampungan air di dalam dan di luar rumah serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada anggota rumah tangga.
2.      Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
3.      Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus.
4.      Memberikan penjelasan manfaat dan anjuran PSN kepada anggota rumah tangga.
5.      Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah (kartu yang ditinggalkan di rumah) dan pada Formulir pelaporan ke Puskesmas.

Apa peran kader dalam membina rumah tangga agar menciptakan Rumah bebas Jentik?
  1. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya PSN dan PJB, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan melalui media cetak (poster, selebaran, spanduk).
  2. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat menggerakkan masyarakat untuk melakukan PSN PJB.
  3. Melakukan pemeriksaan jentik berkala secara teratur setiap minggu dan mencatat angka jentik yang ditemukan pada Kartu Jentik Rumah.
  4. Mengumpulkan data angka bebas jentik dari setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja dan melaporkan secara rutin kepada Puskesmas terdekat untuk mendapat tindak lanjut penanganan bila terjadi  masalah/kasus.
  5. Menginformasikan angka jentik yang ditemukan kepada setiap rumah tangga yang dikunjungi sekaligus memberikan penyuluhan agar tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara dan menegur secara baik apabila masih terdapat jentik nyamuk.


5.      TIDAK MEROKOK DI DALAM RUMAH
Siapa yang diharapkan tidak merokok di dalam rumah?

Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah.

Mengapa harus tidak merokok?

Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, di antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida (CO).Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusakjantung dan aliran darah.
Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker, CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.

Apa itu dengan Perokok Aktif dan Perokok Pasif?

1.      Perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
2.      Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok. Rumah adalah tempat berlindung, termasuk dari asap rokok. Perokok pasif harus berani menyuarakan haknya untuk tidak menghirup asap rokok.

Apa bahaya perokok aktif dan perokok pasif?
  1. Menyebabkan kerontokan rambut.
  2. Gangguan pada mata, seperti katarak.
  3. Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok.
  4. Menyebabkan penyakit paru-paru kronis.
  5. Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
  6. Menyebabkan stoke dan serangan jantung.
  7. Tulang lebih mudah patah.
  8. Menyebabkan kanker kulit.
  9. Menyebabkan kemandulan dan impotensi.
  10. Menyebabkan kanker rahim dan keguguran.


Bagaimana cara berhenti merokok?

Ada 3 cara untuk berhenti merokok, yaitu  Berhenti Seketika, Menunda, dan Mengurangi. Hal yang paling utama adalah niat dan tekad yang bulat untuk melaksanakan cara tersebut:
  • Seketika
Cara ini merupakan upaya yang paling berhasil.Bagi perokok berat, mungkin perlu bantuan tenaga kesehatan untuk mengatasi efek ketagihan karena rokok mengandung zat Adiktif.
  • Menunda
Perokok dapat menunda mengisap rokok pertama 2 jam setiap hari sebelumnya dan selama 7 han berturut-turut, Sebagai contoh : Seorang Perokok biasanya merokok setiap hari pada pukul 07.00 pagi, maka pada:
Hari I   : pukul 09,00
Hari 2 : pukul I 1.00
Hari 3  : pukul 13,00
Hari 4  : pukul 15.00
Hari 5  : pukul 17.00
Hari 6  : pukul 19.00
Hari 7 : pukul 21.00
  • Mengurangi
Jumlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan Jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari ke 7 atau yang ditetapkan.
Misalkan dalam sehari-hari seorang perokok menghabiskan 28 batang rokok maka si perokok dapat merencanakan pengurangan jumlah rokok selama 7 hari dengan jumlah pengurangan sebanyak 4 batang perhari. Sebagai contoh:
Hari 1            : 24 batang
Hari 2            : 20 batang
Hari 3            : 16 batang
Hari 4            : 12 batang
Hari 5            :   8 batang
Hari 6            :   4 batang
Hari 7            :   0 batang.




Apa peran keluarga dan kader untuk menciptakan Rumah Tanpa Asap Rokok?
  1. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku tidak merokok kepada seluruh anggota keluarga.
  2. Menggalang kesepakatan keluarga untuk menciptakan Rumah Tanpa Asap Rokok.
  3. Menegur anggota rumah tangga yang merokok di dalam rumah.
  4. Tidak memberi dukungan kepada ,orang yang merokok dalam bentuk apapun, antara lain dengan tidak memberikan uang untuk membeli rokok, tidak memberikan kesempatan siapa pun untuk merokok di dalam rumah, tidak menyediakan asbak.
  5. Tidak menyuruh anaknya membelikan rokok untuknya.
  6. Orang tua bisa menjadi panutan dalam perilaku tidak merokok.
  7. Melarang anak tidak merokok bukan karena alasan ekonomi, tetapi justru karena alasan kesehatan.
Cegah Penyakit dengan Berhenti Merokok?
Kisah Perokok yang terkena stroke dan kanker paru-paru. Contoh kasus:
  1. Pak Sukro berusia 45 tahun, pensiunan TNI menderita stroke sejak 2 tahun terakhir sebagai akibat perilakunya menjadi perokok berat, Beliau mulai merokok sejak usia 15 tahun. Saat ini Pak Sukro sudah tidak dapat lagi berbicara dengan jelas, berdiri dengan tegak dan berjalan dengan sempurna sehingga tidak dapat menikmati masa tuanya dengan kekayaan yang telah dikumpulkannya semasa produktif dulunya. Sebagian besar hartanya telah terkuras dalam proses pengobatan atau perawatan penyakit yang di deritanya.
  2. Pak Purnama berusia 54 tahun, divonis oleh dokter  menderita kanker paru-paru dan dirawat selama 2 bulan di rumah sakit. Dia berpesan kepada sanak saudaranya dan handai taulannya untuk tidak mengikuti pola hidupnya sebagai perokok yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti kanker paru yang sakit luar biasa dirasakannya…